Diabetes mungkin sudah tidak asing lagi bagi kita. Biasanya penyakit ini diderita oleh usia lanjut, namun saat ini tak jarang juga anak muda bisa jadi korbannya.

Diabetes adalah salah satu dari empat prioritas penyakit tidak menular. Diabetes juga penyebab utama untuk kebutaan, serangan jantung, stroke, gagal ginjal dan amputasi kaki.

80% kejadian diabetes dapat dicegah, sehingga sangat direkomendasikan untuk dilakukan pencegahan mulai sekarang.

Menurut WHO, Diabetes Melitus (DM) atau diabetes adalah suatu penyakit atau gangguan metabolisme kronis dengan multi etiologi yang ditandai dengan tingginya kadar gula darah disertai dengan gangguan metabolisme karbohidrat, lipid dan protein sebagai akibat dari insufisiensi fungsi insulin.

Insufisiensi insulin dapat disebabkan oleh gangguan produksi insulin oleh sel-sel beta Langerhans kelenjar pankreas atau disebabkan oleh kurang responsifnya sel-sel tubuh terhadap insulin.

Diabetes adalah penyakit yang tidak dapat disembuhkan, namun kadar gula darah dapat dikendalikan melalui diet, olah raga dan obat-obatan. Keberhasilan pengobatan diabetes bergantung pada penderita. Jika, penderita diabetes memiliki pengetahuan yang cukup memadai, kemudian dapat mengubah sikapnya dalam melakukan pengobatan misalnya diet rendah gula.

Diet tersebut dapat mendekatkan kadar gula darah dalam batas normal dan mencegah komplikasi sehingga dapat hidup lebih sejahtera, sehat dan berkualitas.

Diabetes Melitus umumnya diklasifikasikan menjadi 4 kategori dengan penyebab yang berbeda-beda.

1. Diabetes Melitus Tipe 1

 

disebut sebagai “Diabetes Melitus yang Tergantung pada Insulin”. Terkait dengan faktor genetik dan sistem kekebalan tubuh, yang mengakibatkan kerusakan sel-sel yang memproduksi insulin. Sehingga sel tidak mampu untuk memproduksi insulin yang dibutuhkan oleh tubuh.

Kelompok orang yang paling sering mengidap penyakit ini adalah anak-anak dan remaja, yang mewakili 3% dari jumlah seluruh pasien yang ada.

2. Diabetes Melitus Tipe 2

“Diabetes Melitus yang Tidak Tergantung pada Insulin”, yang mewakili lebih dari 90% kasus diabetes melitus. Terkait faktor pola makan yang tidak sehat, obesitas dan kurangnya olahraga.

Baca Juga :  Kanker Serviks Tanpa Gejala, Perempuan Harus Waspada, Begini Caranya

Sel-sel tubuh menjadi resisten terhadap insulin dan tidak bisa menyerap dan menggunakan dekstrosa dan kelebihan gula darah yang dihasilkan secara efektif. Jenis diabetes melitus ini memiliki predisposisi genetik yang lebih tinggi daripada Tipe 1.

3. Diabetes Melitus Gestasional,

Terutama disebabkan oleh perubahan hormon yang dihasilkan selama kehamilan dan biasanya berkurang atau menghilang setelah melahirkan.

Studi dalam beberapa tahun terakhir ini menunjukkan bahwa wanita yang pernah mengalami diabetes melitus gestasional memiliki tingkat risiko yang lebih tinggi untuk mengidap penyakit diabetes melitus tipe II, sehingga wanita tersebut harus lebih memperhatikan pola makan yang sehat demi mengurangi risiko tersebut.

4. Jenis lain dari Diabetes Melitus.

Ada beberapa penyebab lain yang berbeda dari ketiga jenis diabetes melitus di atas, termasuk sekresi insulin yang tidak memadai yang disebabkan oleh penyakit genetik tertentu, disebabkan secara tidak langsung oleh penyakit lainnya (misalnya pankreatitis, yaitu peradangan pada pankreas), yang diakibatkan oleh obat atau bahan kimia lainnya.

Cara mencegah

1. Menjaga berat badan ideal

Obesitas merupakan faktor risiko utama diabetes melitus. Dengan demikian, kita bisa menurunkan risiko diabetes melitus dengan mencegah obesitas. Mereka yang sudah mengalami kelebihan berat badan wajib menetapkan sasaran penurunan berat badan (5-10% dari berat badan saat ini).

Pola makan yang seimbang dengan target “Tiga rendah dan satu tinggi” yaitu prinsip pola makan rendah lemak, rendah gula, rendah natrium dan tinggi serat.

2. Rajin berolahraga

Berolahraga secara teratur sangat dianjurkan setiap hari selama 30 menit atau lebih, selama setidaknya 5 hari seminggu.

3. Rajin melakukan pemeriksaan

Gejala awal dbetes terkadang tidak begitu terlihat dengan penyakit lainnya. Salah satu cara mencegahnya, melakukan pemeriksaan kesehatan yang tepat setiap tahun bisa membantu mendeteksi penyakit ini sesegera mungkin. (adm/tgh)

Sumber : www.liputan6.com

Leave a Comment